Selasa, 27 Desember 2016

GALAU



A.    GALAU
          Galau?Apa sih galau itu? Galau adalah kondisi perasaan bimbang atau tidak tenang. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, galau adalah perasaan tidak karuan atau kacau. Ciri-ciri orang galau antara lain selalu melamun, tampak tidak tenang dan tidak konsentrasi dalam melakukan sesuatu.
          Di zaman ini, kita bisa dengan mudahnya menemukan orang yang sedang galau. Mulai dari anak remaja, dewasa maupun orang tua semua pernah merasakan yang namanya galau.Pada remaja, bisa dilihat saat pembelajaran di sekolah mereka tampak tidak konsentrasi belajar. Bahkan ada siswa yang sibuk mencorat-coret kertas ataupun  hanya bersosmed. Ya, di sosmed ini pula kita bisa menemukan banyak sekali remaja yang galau. Mereka kadang mengekspresikan perasaannya seecara denotatif. Misalnya “ lagi galau nih, chat yuk!” atau “ lagi bête, pingin dihibur”, ada pula yang menggunakan puisi ataupun ungkapan yang hanya bisa dipahami oleh penulisnya sendiri. Remaja yang mengekspresikan kegalauan lewat kertas atau sosial media tentu masih lebih baik dibanding mereka yang mengeksresikan kegalauannya lewat narkoba atau seks bebas. Tidak hanya remaja, orang dewasa bahkan orang tua pun sering merasakan galau.Kegalauan mereka tentu bermacam-macam.Ada yang galau gara-gara pekerjaan, galau gara-gara calon istri ataupun galau karena kebutuhan keluarga.
1.      Kita Semua Pernah Galau
Saat galau seringkali  kita merasa hidup kita teramat sensara, merasa gelisah dan merasa sendiri. Saat galau kita cenderung menarik diri dari pergaulan dan sibuk dengan pemikiran sendiri.Kita merasa bahwa masalah kita teramat berat dan kita tak lagi bisa keluar dari masalah tersebut.
Kita mungkin saja lupa bahwa di luar sana masih banyak orang yang memiliki masalah yang lebih besar dari masalah yang kita temui.Kita perlu menyadari bahwa di dunia ini, setiap orang punya masalah dan banyak dari mereka yang mampu mengatasi masalah mereka.
Galau hanyalah sebuah perasaan sementara yang tentunya bila kita  bisa maknai dengan baik maka akan menghadirkan sebuah titik-titik kesyukuran yang akan mendewasakan kita. Kita hanya perlu membuka mata dan tidak fokus pada masalah tetapi berusaha mencari jalan keluar. Ya, kedengarannya mudah “mencari jalan keluar”, seorang teman pernah berkata seperti ini, semuanya mudah jika bukan kau yang mengalaminya. Saat teman tersebut mengatakan seperti itu, kita hanya perlu tersenyum lalu berkata, "kamu boleh tidak percaya dengan perkataanku, tapi jika kau ingin menjadi pribadi yang lebih baik maka cobalah untuk keluar dari masalahmu, berhentilah untuk memikirkan sesuatu yang tidak akan mengubah apapun!" Ayo mencoba mengakhirinya dengan mencari jalan keluar!
2.                        Ya, Galaumu juga Galauku
Setiap orang tentu pernah galau, yang membedakan  hanya tingkat kegalauan dan cara seseorang mengatasi kegalauannya. Menjadi galau memang bukanlah keinginan ataupun kesengajaan dari setiap individu. Setiap orang tentu ingin bahagia. Ia hadir begitu saja tanpa diundang seiring datangnya masalah. Ketika ia hadir kadang kita berlarut-larut dalam nuansanya.
Misalnya saat patah hati atau putus cinta, kita merasa bahwa dunia kita takkan lagi seindah dahulu. Tidak ada lagi kebahagiaan dan semangat hidup. Hanya kekecewaan dan air mata yang hadir. Penyesalan demi penyesalan memperparah perasaan kita. Bukannya mencoba melupakan kita malah sibuk membuka lembaran kenangan di pikiran kita tentang si dia. Kita sibuk mencari tahu keadaan si dia yang jelas-jelas telah mengobarkan rasa sakit. Kita merasa tidak akan pernah bisa melupakan si dia. Lalu pada akhirnya kita tetap dalam sebuah kekalutan dan kegalauan panjang. Sementara orang lain berbahagia dengan kehidupannya kita malah asyik melukai diri sendiri. Sudahlah ayo bangkit!Berhenti galau, tak ada gunanya menggalaui seseorang yang tak pantas. Kamu tidak sendiri, ada jutaan orang yang hari ini putus cinta, bahkan sudah hampir menikah tapi batal namun mereka tetap bisa bahagia menatap masa depan.Menemukan kebahagiaan lewat rasa syukur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar