A.
GALAU
Galau?Apa sih galau itu? Galau adalah kondisi
perasaan bimbang atau tidak tenang. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, galau
adalah perasaan tidak karuan atau kacau. Ciri-ciri orang galau antara lain
selalu melamun, tampak tidak tenang dan tidak konsentrasi dalam melakukan
sesuatu.
Di zaman ini, kita bisa dengan
mudahnya menemukan orang yang sedang galau. Mulai dari anak remaja, dewasa
maupun orang tua semua pernah merasakan yang namanya galau.Pada remaja, bisa dilihat saat pembelajaran di sekolah mereka tampak
tidak konsentrasi belajar. Bahkan ada siswa yang sibuk mencorat-coret kertas ataupun hanya bersosmed. Ya, di sosmed ini pula kita bisa menemukan
banyak sekali remaja yang galau. Mereka kadang mengekspresikan perasaannya
seecara denotatif. Misalnya “ lagi galau nih, chat yuk!” atau “ lagi bĂȘte,
pingin dihibur”, ada pula yang menggunakan puisi ataupun ungkapan yang hanya
bisa dipahami oleh penulisnya sendiri. Remaja yang mengekspresikan kegalauan
lewat kertas atau sosial media tentu masih lebih baik dibanding mereka yang
mengeksresikan kegalauannya lewat narkoba atau seks bebas. Tidak hanya remaja,
orang dewasa bahkan orang tua pun sering merasakan galau.Kegalauan mereka tentu bermacam-macam.Ada yang galau gara-gara pekerjaan, galau gara-gara calon istri ataupun galau karena kebutuhan keluarga.
1.
Kita Semua Pernah Galau
Saat
galau seringkali kita merasa hidup kita
teramat sensara, merasa gelisah dan merasa sendiri. Saat galau kita cenderung menarik diri dari
pergaulan dan sibuk dengan pemikiran sendiri.Kita merasa bahwa masalah kita
teramat berat dan kita tak lagi bisa keluar dari masalah tersebut.
Kita
mungkin saja lupa bahwa di luar sana masih banyak orang yang memiliki masalah
yang lebih besar dari masalah yang kita temui.Kita perlu menyadari bahwa di
dunia ini, setiap orang punya masalah dan banyak dari mereka yang mampu
mengatasi masalah mereka.
Galau
hanyalah sebuah perasaan sementara yang tentunya bila kita bisa maknai dengan baik maka akan menghadirkan
sebuah titik-titik kesyukuran yang akan mendewasakan kita. Kita hanya perlu
membuka mata dan tidak fokus pada masalah tetapi berusaha mencari jalan keluar.
Ya, kedengarannya mudah “mencari jalan keluar”, seorang teman
pernah berkata seperti ini, semuanya mudah jika bukan kau yang mengalaminya.
Saat teman tersebut mengatakan seperti itu, kita hanya perlu tersenyum lalu
berkata, "kamu boleh tidak percaya dengan perkataanku, tapi jika kau ingin
menjadi pribadi yang lebih baik maka cobalah untuk keluar dari masalahmu,
berhentilah untuk memikirkan sesuatu yang tidak akan mengubah apapun!" Ayo
mencoba mengakhirinya dengan mencari jalan keluar!
2.
Ya, Galaumu juga Galauku
Setiap
orang tentu pernah galau, yang membedakan
hanya tingkat kegalauan dan cara seseorang mengatasi kegalauannya. Menjadi
galau memang bukanlah keinginan ataupun kesengajaan dari setiap individu.
Setiap orang tentu ingin bahagia. Ia hadir begitu saja tanpa diundang seiring
datangnya masalah. Ketika ia hadir kadang kita berlarut-larut dalam nuansanya.
Misalnya
saat patah hati atau putus cinta, kita merasa bahwa dunia kita takkan lagi
seindah dahulu. Tidak ada lagi kebahagiaan dan semangat hidup. Hanya kekecewaan
dan air mata yang hadir. Penyesalan demi penyesalan memperparah perasaan kita.
Bukannya mencoba melupakan kita malah sibuk membuka lembaran kenangan di
pikiran kita tentang si dia. Kita sibuk mencari tahu keadaan si dia yang
jelas-jelas telah mengobarkan rasa sakit. Kita merasa tidak akan pernah bisa melupakan
si dia. Lalu pada akhirnya kita tetap dalam sebuah kekalutan dan kegalauan
panjang. Sementara orang lain berbahagia dengan kehidupannya kita malah asyik
melukai diri sendiri. Sudahlah ayo bangkit!Berhenti galau, tak ada gunanya
menggalaui seseorang yang tak pantas. Kamu tidak sendiri, ada jutaan orang yang
hari ini putus cinta, bahkan sudah hampir menikah tapi batal namun mereka tetap
bisa bahagia menatap masa depan.Menemukan kebahagiaan lewat rasa syukur.